Kebudayaan Zaman Megalitikum

Clara Hassanah

Kebudayaan zaman Megalitikum muncul pada masa prasejarah, tepatnya sekitar 5000 hingga 1500 SM. Istilah "Megalitikum" berasal dari gabungan dua kata Yunani, yakni "mega" yang berarti besar, dan "lithos" yang berarti batu. Hal ini merujuk pada salah satu ciri khas kebudayaan ini, yaitu penggunaan batu-batu besar dalam pembangunan monumen dan struktur arsitektur.

Latar Belakang

Megalitikum muncul setelah masa Paleolitikum (Zaman Batu Tua) dan Neolitikum (Zaman Batu Muda). Pada masa ini, manusia telah mengenal dan menggunakan alat-alat dari batu, tetapi belum mengenal pemusnahan dan logam. Kebudayaan Megalitikum muncul di berbagai belahan dunia, seperti Eropa, Asia, Afrika, dan Amerika.

Ciri-ciri Kebudayaan Zaman Megalitikum

Berikut adalah ciri-ciri kebudayaan zaman Megalitikum:

  1. Pembangunan Megalitik
    Salah satu ciri khas kebudayaan ini adalah penggunaan batu-batu besar dalam pembangunan tempat pemakaman, struktur ritual, dan bangunan monumental lainnya. Batu-batu tersebut sering kali disusun secara vertikal atau horizontal, membentuk formasi yang kompleks dan kuat.

  2. Monumen Megalitik
    Monumen megalitik, seperti dolmen, menhir, dan waruga, menjadi ciri khas kebudayaan ini. Dolmen adalah struktur batu raksasa yang terdiri dari batu penopang horizontal yang didukung oleh batu vertikal. Menhir adalah batu tunggal yang ditanam secara vertikal. Sementara itu, waruga adalah peti kubur batu yang biasanya digunakan oleh suku Toraja di Indonesia.

  3. Pemakaman Megalitik
    Tempat pemakaman megalitik juga merupakan ciri penting kebudayaan ini. Biasanya, dalam budaya ini, mayat-mayat ditempatkan di dalam dolmen atau diletakkan di atas batu meja yang disebut sebarangan. Pemakaman megalitik sering kali terletak di daerah yang strategis dan diberi perhatian khusus oleh masyarakat.

  4. Kehidupan Agraris
    Kebudayaan zaman Megalitikum juga ditandai dengan peralihan masyarakat dari gaya hidup berburu dan mengumpulkan menjadi pertanian dan peternakan. Pertanian menjadi aktivitas utama mereka, dengan tanaman seperti gandum, jagung, dan kacang-kacangan menjadi sumber utama makanan.

  5. Kepercayaan dan Ritual
    Agama dan praktik keagamaan juga memiliki peran penting dalam kebudayaan zaman Megalitikum. Struktur megalitik yang dibangun dianggap memiliki makna religius, sering kali digunakan dalam upacara penghormatan kepada leluhur atau dewa-dewa mereka. Persembahan dan ritual keagamaan pun sering kali dilakukan di situs-situs megalitik.

BACA JUGA:   Kebudayaan Praaksara Indonesia: Sebuah Mosaik Kehidupan Purba

Penutup

Kebudayaan zaman Megalitikum muncul pada masa prasejarah dengan ciri-ciri utama seperti pembangunan dan monumen megalitik, pemakaman khas, kehidupan agraris, serta kepercayaan dan ritual. Kebudayaan ini memberikan pengetahuan yang berharga tentang kehidupan masyarakat prasejarah, serta warisan arsitektur dan keindahan alam yang masih dapat kita saksikan hingga saat ini.

Also Read

Bagikan: