Hubungan Kebudayaan Ngandong dengan Pithecanthropus erectus

Victoria Suryatmi

Pengenalan

Pithecanthropus erectus, juga dikenal sebagai manusia Jawa kuno, merupakan spesies manusia purba yang hidup sekitar 1,2 juta hingga 800.000 tahun yang lalu di wilayah Indonesia. Penemuan fosil Pithecanthropus erectus pertama kali dilakukan oleh Eugène Dubois pada tahun 1891. Fosil-fosil ini ditemukan di Trinil, Jawa Timur, yang kemudian disebut sebagai Homo erectus (manusia tegak).

Kebudayaan Ngandong

Kebudayaan Ngandong ditemukan pada tahun 1931 di daerah Ngandong, yang terletak di sebelah barat Sungai Bengawan Solo, Jawa Tengah. Kebudayaan ini diyakini sebagai kebudayaan yang berkaitan dengan Pithecanthropus erectus, berdasarkan penemuan fosil tengkorak dan alat batu yang sejalan dengan periode waktu hidup Pithecanthropus erectus.

Alat Batu

Salah satu bukti yang menghubungkan kebudayaan Ngandong dengan Pithecanthropus erectus adalah penemuan alat batu yang serupa. Alat-alat batu yang ditemukan dalam kebudayaan Ngandong memiliki kemiripan dengan alat-alat batu yang ditemukan di situs-situs lain yang terkait dengan Homo erectus, seperti di Sangiran dan Trinil. Alat-alat batu ini umumnya berupa kapak tangan yang terbuat dari batu andesit yang dipoles secara kasar. Hal ini menunjukkan adanya kesamaan dalam teknologi dan keahlian pembuatan alat batu antara Pithecanthropus erectus dan kebudayaan Ngandong.

Makanan dan Perburuan

Dalam konteks kebudayaan Ngandong, ditemukan juga bukti bahwa Pithecanthropus erectus memiliki kemampuan dalam memburu hewan dan mengolah makanan. Beberapa sisa-sisa tulang binatang yang ditemukan di situs Ngandong menunjukkan adanya kehadiran mamalia besar, seperti gajah purba dan banteng. Ini menyarankan bahwa Pithecanthropus erectus mampu berburu hewan-hewan besar dan mengolah dagingnya untuk dikonsumsi. Temuan ini sejalan dengan asumsi bahwa pithecanthropus erectus adalah kelompok manusia purba terawal yang memiliki kemampuan berburu dan mengolah makanan.

BACA JUGA:   Kebudayaan Non Benda Kalimantan Selatan

Perkembangan Budaya

Dalam perkembangannya, kebudayaan Ngandong kemungkinan mengalami perubahan seiring waktu, sejalan dengan kemampuan dan perkembangan sosial Pithecanthropus erectus. Bukti ini terlihat dalam variasi gaya dan keahlian pembuatan alat batu yang ditemukan di situs Ngandong. Peningkatan tingkat detil pada beberapa alat batu menunjukkan adanya peningkatan keterampilan dalam pembuatan alat. Hal ini menandakan bahwa kebudayaan Ngandong mengalami perkembangan, sejalan dengan kemajuan teknologi dan sosial Pithecanthropus erectus.

Kesimpulan

Berdasarkan bukti-bukti yang ada, terdapat hubungan yang erat antara kebudayaan Ngandong dengan Pithecanthropus erectus. Kesamaan dalam alat batu dan kemampuan berburu serta mengolah makanan menunjukkan adanya keterkaitan antara kebudayaan ini dengan manusia purba tersebut. Meskipun kebudayaan Ngandong merupakan perkembangan yang lebih lanjut dari Pithecanthropus erectus, bukti-bukti ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang kehidupan dan kebudayaan manusia purba di wilayah Indonesia.

Also Read

Bagikan: