Kebudayaan Asia Tenggara yang Mirip dengan Kebudayaan Kapak Genggam Pebble

Ella Winarsih

Kebudayaan Kapak Genggam Pebble merujuk pada periode prasejarah di mana manusia menggunakan kapak genggam yang terbuat dari batu berbentuk bulat atau oval, yang disebut sebagai "pebble". Kebudayaan ini umumnya ditemukan di berbagai wilayah di dunia, termasuk di Asia Tenggara.

Di Asia Tenggara, terdapat sejumlah kebudayaan yang mirip dengan kebudayaan Kapak Genggam Pebble. Beberapa di antaranya adalah:

1. Kebudayaan Hoabinhian

Kebudayaan Hoabinhian adalah salah satu kebudayaan prasejarah yang ditemukan di wilayah Asia Tenggara, khususnya di Vietnam, Laos, dan Thailand. Kebudayaan ini muncul sekitar 10.000 hingga 2000 SM, waktu yang relatif mirip dengan kebudayaan Kapak Genggam Pebble.

Kebudayaan Hoabinhian dikenal karena penggunaan kapak batu genggam yang serupa dengan kapak genggam pebble. Kapak ini dibuat dari batu bulat yang dihaluskan sehingga bisa digenggam dengan nyaman. Kapak genggam dalam kebudayaan Hoabinhian digunakan untuk berbagai kegiatan seperti berburu, mengumpulkan makanan, dan membuat perkakas lainnya.

2. Kebudayaan Sa Huỳnh

Kebudayaan Sa Huỳnh adalah kebudayaan prasejarah yang berkembang di daerah pesisir tengah Vietnam dari sekitar 1000 SM hingga 200 M. Kebudayaan ini dikenal karena menghasilkan kapak genggam pebble yang mirip dengan kebudayaan Kapak Genggam Pebble.

Kapak genggam pebble dalam kebudayaan Sa Huỳnh memiliki bentuk dan ukuran yang serupa dengan kapak genggam pebble pada umumnya. Mereka digunakan untuk berbagai keperluan sehari-hari, seperti membuka kerang atau mengolah makanan laut.

3. Kebudayaan Dong Son

Kebudayaan Dong Son adalah kebudayaan prasejarah yang berkembang di wilayah tengah dan utara Vietnam sekitar 1000 SM hingga 200 M. Walaupun fokus budaya ini adalah pada penggunaan logam, kebudayaan ini juga mempertahankan tradisi penggunaan perkakas batu, termasuk kapak genggam pepbble.

BACA JUGA:   Kebudayaan Indonesia yang Diakui Negara Lain

Kapak genggam pebble dalam kebudayaan Dong Son memiliki ukuran dan bentuk yang serupa dengan kebudayaan Kapak Genggam Pebble. Mereka digunakan dalam kegiatan sehari-hari seperti memasak, membuat alat-alat pertanian, dan kegiatan lainnya yang membutuhkan pemotongan atau pengolahan bahan.

4. Kebudayaan Megalitikum

Kebudayaan Megalitikum adalah kebudayaan prasejarah yang berkembang di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, sekitar 2500 hingga 1500 SM. Kebudayaan ini dikenal karena pembuatan konstruksi batuan besar (megalitik) seperti menhir dan dolmen.

Meskipun fokus budaya ini adalah pada konstruksi batuan megalitik, kapak genggam pebble juga ditemukan dalam kebudayaan Megalitikum. Kapak ini digunakan oleh masyarakat Megalitikum untuk kegiatan sehari-hari seperti memotong kayu, memasak, atau keperluan pertanian.

Dalam kesimpulannya, terdapat beberapa kebudayaan di Asia Tenggara yang memiliki kemiripan dengan kebudayaan Kapak Genggam Pebble. Kebudayaan Hoabinhian, Sa Huỳnh, Dong Son, dan Megalitikum semua menggunakan kapak genggam pebble dalam kegiatan sehari-hari masyarakat. Meskipun terdapat variasi dalam ukuran dan bentuk kapak tersebut, kesamaan penggunaannya menunjukkan adanya kemiripan dalam kebudayaan prasejarah di Asia Tenggara.

Also Read

Bagikan: