Kebudayaan Abris Sous Roche: Menyingkap Hasil Kebudayaan Prasejarah di…

Ella Winarsih

Kebudayaan Abris Sous Roche (juga dikenal sebagai budaya gua atap) merupakan hasil dari kebudayaan prasejarah yang ditemukan di berbagai belahan dunia. Abris Sous Roche adalah istilah dalam bahasa Prancis yang secara harfiah berarti "tempat berlindung di bawah tebing". Athropologis dan arkeolog menggunakan istilah ini untuk menggambarkan tempat tinggal dan tempat perlindungan manusia prasejarah yang terdapat di bawah tebing-tebing vertikal atau cadas yang curam.

Kebudayaan Abris Sous Roche memainkan peran penting dalam mempelajari sejarah manusia prasejarah dan evolusi kebudayaan manusia. Adapun lokasi penemuan kebudayaan ini, terdapat di berbagai wilayah seperti Eropa, Asia, Afrika, dan Amerika.

Satu contoh terkenal dari kebudayaan Abris Sous Roche adalah gua Lascaux di Prancis. Gua ini menjadi salah satu "katedral" seni prasejarah yang paling terkenal di dunia. Dalam gua ini, terdapat lukisan-lukisan dinding yang menggambarkan hewan-hewan seperti bison, kuda, dan rusa dalam gaya seni yang unik dan indah. Lukisan ini memberikan petunjuk tentang kehidupan dan kebudayaan manusia prasejarah yang tinggal di gua tersebut.

Selain gua Lascaux, ada juga penemuan-penemuan penting lainnya seperti gua Altamira di Spanyol, gua Chauvet di Prancis, dan gua Niah di Malaysia. Semua penemuan ini memberikan bukti tentang kehidupan manusia prasejarah yang beragam dan kaya dalam hal seni, alat-alat, dan kepercayaan spiritual.

Selain itu, kebudayaan Abris Sous Roche juga mencerminkan kepribadian dan evolusi manusia prasejarah. Gua-gua ini menjadi tempat berlindung bagi manusia dari cuaca ekstrem dan juga menjadi tempat untuk membuat alat-alat, memasak makanan, dan melakukan aktivitas sehari-hari. Dalam gua-gua ini, para peneliti juga menemukan batu-batu yang diolah menjadi alat-alat seperti pisau, kapak, dan pahat.

BACA JUGA:   Pengaruh Globalisasi terhadap Identitas Nasional Indonesia

Kebudayaan Abris Sous Roche juga memberikan gambaran tentang kehidupan sosial manusia prasejarah. Beberapa gua menunjukkan adanya pemukiman permanen, sementara yang lainnya hanya digunakan sebagai tempat berlindung sementara. Temuan-temuan ini menunjukkan bahwa manusia prasejarah hidup dalam kelompok-kelompok kecil dengan sistem sosial yang terorganisir.

Dalam penelitian tentang kebudayaan Abris Sous Roche, penggunaan teknologi modern seperti pemetaan 3D dan analisis DNA telah memberikan wawasan baru tentang sejarah manusia prasejarah. Teknologi ini memungkinkan arkeolog untuk mempelajari lebih detail tentang kehidupan sehari-hari manusia prasejarah, hubungan mereka dengan lingkungan, dan perubahan kebudayaan dari waktu ke waktu.

Penemuan-penemuan di Abris Sous Roche dalam berbagai wilayah dunia ini terus memberikan informasi yang berharga dalam memahami evolusi manusia dan perkembangan kebudayaan. Melalui penelitian yang terus berlanjut, kita dapat terus melengkapi puzzle tentang kehidupan manusia prasejarah dan mewariskan pengetahuan ini untuk generasi mendatang.

Also Read

Bagikan: