Penyebaran dan Perkembangan Kebudayaan Dongson

Elvina Rahimah

Kebudayaan Dongson pertama kali berkembang di daerah Lembah Sungai Merah (Red River Delta) yang terletak di wilayah utara Vietnam. Kebudayaan ini mendapatkan namanya dari situs arkeologi Dong Son yang terletak di provinsi Thanh Hoa, Vietnam.

Latar Belakang Kebudayaan Dongson

Kebudayaan Dongson berkembang sekitar 1000 SM hingga 200 SM. Masyarakat Dongson hidup pada masa Neolitikum hingga Zaman Perunggu, dan mereka memiliki kehidupan agraris yang didukung oleh pertanian dan pemeliharaan hewan. Masyarakat ini juga mengenal sistem pemerintahan dan perdagangan yang berkembang pesat.

Ciri-ciri Kebudayaan Dongson

Kebudayaan Dongson ditandai dengan perkembangan teknologi logam, terutama dalam pengolahan tembaga dan berbagai jenis logam lainnya. Masyarakat Dongson telah berhasil menciptakan alat-alat seperti kapak tembaga, pedang, tombak, dan lonceng-logam yang terkenal.

Dalam seni, Dongson juga dikenal dengan ukiran pada alat-alat logam yang menggambarkan kehidupan sehari-hari, cerita mitologi, binatang, flora, dan fauna. Selain itu, masyarakat Dongson juga menghasilkan patung-patung terakota yang menggambarkan bentuk manusia, hewan, atau karya seni yang memiliki nilai ritual dan religius.

Penyebaran Kebudayaan Dongson

Kebudayaan Dongson menyebarnya secara luas di wilayah Asia Tenggara. Banyak peninggalan budaya Dongson yang ditemukan di berbagai negara seperti Vietnam, Laos, Kamboja, Myanmar, Thailand, dan Indonesia.

Hasil penemuan arkeologi menunjukkan adanya hubungan dagang antara komunitas Dongson dengan komunitas lain di kawasan tersebut. Peneliti juga menemukan bukti adanya pertukaran budaya, barang dagangan, dan pengaruh budaya lain seperti India, Tiongkok, dan Yunani yang mempengaruhi kebudayaan Dongson.

Kegunaan Tembaga

Pengolahan tembaga merupakan salah satu keunggulan kebudayaan Dongson. Tembaga tidak hanya digunakan sebagai bahan logam untuk alat-alat pertanian, senjata, dan alat-alat rumah tangga, tetapi juga sebagai simbol kekuasaan, status, dan keagamaan.

BACA JUGA:   Hilangnya Kebudayaan Indonesia dan Penggantian dengan Kebudayaan Eropa

Contoh penggunaan tembaga dalam kebudayaan Dongson adalah pembuatan lonceng-logam Dongson yang memiliki tinggi hingga 2 meter. Lonceng-logam ini digunakan untuk upacara agama, peringatan bahaya, dan komunikasi dalam masyarakat.

Pengaruh Kebudayaan Dongson

Pengaruh kebudayaan Dongson dapat dilihat dalam sejarah nusantara. Bukti penyebaran kebudayaan ini ditemukan di wilayah Indonesia, terutama di Pulau Sumatera dan Kalimantan.

Pada pulau Sumatera, terdapat penemuan lonceng logam mirip dengan milik kebudayaan Dongson. Selain itu, terdapat juga penemuan kapak logam, perhiasan, koin, dan patung terakota yang memiliki kesamaan dengan kebudayaan Dongson.

Demikianlah penjelasan mengenai perkembangan kebudayaan Dongson yang pertama kali berkembang di daerah Lembah Sungai Merah (Red River Delta) di Vietnam. Kebudayaan ini memiliki ciri-ciri unik dalam seni dan teknologi logam serta telah memberikan pengaruh yang signifikan dalam sejarah Asia Tenggara.

Also Read

Bagikan: