Kebudayaan Ngandong: Warisan Manusia Purba di Ngandong, Jawa Tengah

Ella Winarsih

Kebudayaan Ngandong, juga dikenal sebagai kebudayaan Ngandongian, merupakan salah satu kebudayaan prasejarah yang ditemukan di Ngandong, Jawa Tengah. Kebudayaan ini mendapatkan namanya dari nama tempat penemuan pertama kali, yaitu Situs Ngandong.

Latar Belakang

Kebudayaan Ngandong diperkirakan berasal dari periode Pleistosen Akhir hingga awal zaman Holosen, sekitar 50.000 hingga 10.000 tahun yang lalu. Kebudayaan ini diasosiasikan dengan manusia purba Homo erectus atau manusia Ngandong yang merupakan salah satu bentuk transisi menuju Homo sapiens.

Situs Ngandong

Situs Ngandong terletak di Dukuh Kretek, Desa Krikilan, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Situs ini telah menjadi tempat penemuan berbagai artefak dan fosil manusia purba, yang memberikan wawasan penting tentang kehidupan dan kebudayaan manusia pra-sejarah.

Karakteristik Kebudayaan Ngandong

Kebudayaan Ngandong ditandai oleh artefak batu seperti kapak persegi tumpul, alat-alat gerinda, dan core. Artefak ini ditemukan bersama dengan fosil-fosil manusia purba, seperti Homo erectus ngandongensis. Beberapa artefak juga menunjukkan jejak penggunaan tulang hewan sebagai alat atau senjata.

Penggunaan Tulang Hewan

Dalam kebudayaan Ngandong, tulang hewan memiliki peranan penting dalam kehidupan manusia purba. Tulang hewan digunakan untuk membuat alat-alat seperti pisau, percepatan, tusuk gigi, dan alat pemotong lainnya. Selain itu, tulang juga digunakan sebagai bahan untuk membuat perhiasan dan alat musik.

Makanan dan Perburuan

Kebudayaan Ngandong juga tercermin dalam pola makan dan perburuan manusia purba. Fosil-fosil hewan yang ditemukan di Situs Ngandong menunjukkan bahwa manusia Ngandong memanfaatkan beragam sumber makanan, termasuk mamalia besar seperti gajah, kuda, rusa, babi hutan, serta hewan-hewan kecil seperti burung dan reptil.

BACA JUGA:   Kebudayaan Non-Benda Sulawesi Selatan

Penyebaran Kebudayaan Ngandong

Kebudayaan Ngandong memiliki pengaruh yang luas di wilayah Asia Tenggara. Artefak dan fosil manusia purba yang serupa juga telah ditemukan di beberapa situs prasejarah lainnya di Indonesia, seperti Sangiran, Trinil, dan Modjokerto. Hal ini menunjukkan bahwa kebudayaan Ngandong merupakan salah satu kebudayaan yang signifikan dalam perkembangan manusia purba di kawasan ini.

Kepentingan Penemuan Ngandong

Penemuan-penemuan di Situs Ngandong dan penemuan sejenis lainnya memiliki nilai penting dalam memahami evolusi manusia. Mereka memberikan bukti tentang keberadaan manusia purba di wilayah Asia Tenggara serta peran mereka dalam adaptasi dan interaksi dengan lingkungan mereka.

Kesimpulan

Kebudayaan Ngandong, juga dikenal sebagai kebudayaan Ngandongian, adalah kebudayaan prasejarah yang ditemukan di Ngandong, Jawa Tengah. Kebudayaan ini ditandai oleh artefak batu dan fosil-fosil manusia purba. Artefak tulang hewan juga penting dalam kebudayaan ini. Kebudayaan Ngandong memiliki pengaruh yang luas di wilayah Asia Tenggara dan penemuan-penemuan di Situs Ngandong memberikan pemahaman yang lebih baik tentang evolusi manusia purba.

Also Read

Bagikan: