Kebudayaan Indonesia pada Zaman Logam

Ella Winarsih

Pada zaman logam, kebudayaan Indonesia mengalami perkembangan yang signifikan. Zaman logam itu sendiri dibagi menjadi tiga periode: logam prasejarah, logam perundagian, dan logam kebudayaan.

Logam Prasejarah

Pada periode ini, masyarakat Indonesia mulai menggunakan logam untuk membuat alat-alat dan senjata. Logam yang digunakan umumnya adalah emas, perak, tembaga, dan timah. Logam-logam ini biasanya ditempa atau dilebur untuk membentuk alat-alat yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti perhiasan, alat makan, dan alat pertanian.

Logam Perundagian

Pada periode ini, kegiatan perdagangan antarwilayah mulai berkembang. Masyarakat Indonesia mulai mengenal timbal, besi, dan baja sebagai logam yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Logam-logam ini dibawa masuk oleh pedagang dari luar Indonesia. Penggunaan logam ini juga lebih berkaitan dengan kegiatan perdagangan, seperti pembuatan mata uang, timbangan, dan alat transportasi.

Logam Kebudayaan

Pada periode ini, kegiatan pertanian semakin berkembang dan masyarakat Indonesia mulai membentuk kerajaan-kerajaan. Logam seperti perunggu dan besi menjadi lebih populer digunakan untuk membuat senjata, alat rumah tangga, dan benda-benda kebudayaan lainnya. Kegiatan pertambangan juga semakin berkembang, terutama dalam penggunaan besi sebagai bahan dasar pembuatan alat-alat pertanian dan senjata-senjata perang.

Selain penggunaan logam, pada zaman logam juga terdapat perkembangan dalam bidang seni dan arsitektur. Contohnya, pada zaman logam prasejarah ditemukan berbagai ukiran dan pahatan di batu nisan dan benda-benda perunggu, serta keramik dan gerabah yang diberi hiasan dari logam. Pada zaman logam perundagian terdapat pengaruh budaya dari Asia Tenggara dan India dalam seni pahat atau seni ukir, seperti pahatan di candi-candi atau arca-arca dewa-dewi. Sedangkan pada zaman logam kebudayaan terdapat kemajuan dalam penggunaan logam dalam seni arsitektur, seperti pembangunan candi-candi besar yang menggunakan bahan dasar batu dan juga bahan logam untuk menghiasnya.

BACA JUGA:   Kebudayaan Abris Sous Roche di Lamoncong, Sulawesi Selatan

Selain itu, pada zaman logam juga terdapat perkembangan dalam sistem sosial dan politik. Pada zaman logam kebudayaan, terbentuk kerajaan-kerajaan yang memiliki struktur hierarki dan pemerintahan yang terpusat. Kerajaan-kerajaan ini biasanya dipimpin oleh seorang raja atau ratu yang memiliki kekuasaan tertinggi, dan masyarakatnya terbagi menjadi berbagai kelas sosial. Selain sebagai pusat pemerintahan, kerajaan-kerajaan ini juga menjadi tempat berkembangnya kebudayaan dan agama, seperti agama Hindu dan Buddha.

Dalam kesimpulannya, kebudayaan Indonesia pada zaman logam mengalami perkembangan yang signifikan. Penggunaan logam sebagai alat dan senjata, perkembangan dalam bidang seni dan arsitektur, serta perkembangan sistem sosial dan politik menjadi ciri khas kebudayaan pada masa tersebut. Zaman logam ini membuka pintu bagi perkembangan kebudayaan Indonesia menuju zaman berikutnya.

Also Read

Bagikan: