Kebudayaan Non Benda dari Yogyakarta

Padma Astuti

Yogyakarta, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Jogja, merupakan salah satu kota di Indonesia yang kaya akan kebudayaan. Selain kebudayaan benda yang terlihat secara fisik, Jogja juga memiliki kebudayaan non benda yang tak kalah pentingnya. Kebudayaan non benda ini meliputi adat istiadat, tradisi, seni pertunjukan, dan nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat Jogja.

Adat Istiadat

Adat istiadat merupakan salah satu bentuk kebudayaan non benda yang masih dijunjung tinggi oleh masyarakat Jogja. Adat istiadat ini erat kaitannya dengan tata cara, norma-norma sosial, dan aturan yang harus diikuti oleh masyarakat Jogja. Contoh adat istiadat yang terkenal di Jogja adalah adat istiadat dalam acara pernikahan dan acara keagamaan seperti sedekah bumi. Dalam acara pernikahan, terdapat tata cara resmi yang harus diikuti mulai dari prosesi lamaran hingga resepsi pernikahan. Sedangkan dalam acara sedekah bumi, masyarakat Jogja mengadakan upacara sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil bumi yang telah mereka dapatkan.

Tradisi

Selain adat istiadat, tradisi juga merupakan kebudayaan non benda yang sangat melekat dalam kehidupan masyarakat Jogja. Tradisi ini diwariskan dari generasi ke generasi dan menjadi bagian dari identitas masyarakat Jogja. Salah satu tradisi yang terkenal di Jogja adalah tradisi slametan. Slametan adalah acara bersama yang dilakukan oleh masyarakat Jogja untuk merayakan berbagai momen penting seperti kelahiran, pernikahan, atau kematian. Dalam tradisi slametan, masyarakat berdoa bersama dan menikmati hidangan yang disajikan secara beramai-ramai.

Seni Pertunjukan

Jogja juga terkenal dengan seni pertunjukan yang menjadi bagian dari kebudayaan non benda. Seni pertunjukan di Jogja meliputi berbagai jenis seni seperti wayang kulit, tari-tarian, dan musik tradisional. Wayang kulit adalah seni pertunjukan yang menggunakan boneka wayang yang diproyeksikan ke layar menggunakan cahaya lilin. Wayang kulit ini seringkali mengambil tema cerita dari epik-epik India seperti Mahabharata dan Ramayana. Selain itu, tari-tarian tradisional seperti tari Jathilan dan tari Bedhaya juga menjadi kebanggaan seni pertunjukan Jogja.

BACA JUGA:   Suku Sunda Menggunakan Angklung pada Berbagai Acara dan Perayaan Tradisional

Nilai-Nilai

Kebudayaan non benda dari Yogyakarta juga mencakup nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat Jogja. Nilai-nilai ini berkaitan dengan moralitas, sikap, dan aturan hidup yang menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu nilai yang sangat dijunjung tinggi oleh masyarakat Jogja adalah nilai gotong royong. Masyarakat Jogja sangat terkenal dengan kegotongroyan dan saling membantu dalam urusan sehari-hari. Selain itu, nilai-nilai seperti rasa hormat, rendah hati, dan berbagi juga menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat Jogja.

Dalam kesimpulannya, kebudayaan non benda dari Yogyakarta meliputi adat istiadat, tradisi, seni pertunjukan, dan nilai-nilai. Kebudayaan non benda ini menjadi cerminan dari identitas dan kepribadian masyarakat Jogja yang kaya dan unik. Dengan melestarikan kebudayaan non benda ini, masyarakat Jogja dapat menjaga warisan budaya mereka dan tetap terhubung dengan akar budaya mereka yang telah ada sejak dulu.

Also Read

Bagikan: