Kebudayaan Ngandong Identik dengan Peralatan Berupa

Victoria Suryatmi

Kebudayaan Ngandong merupakan salah satu kebudayaan prasejarah yang ditemukan di Situs Ngandong, Jawa Tengah. Kebudayaan ini merupakan salah satu peninggalan manusia purba yang hidup pada masa Pleistosen Tengah sekitar 60.000 hingga 20.000 tahun yang lalu. Kebudayaan Ngandong memiliki ciri khas tersendiri, salah satunya adalah peralatan yang digunakan oleh manusia saat itu.

Peralatan yang digunakan dalam kebudayaan Ngandong umumnya terbuat dari batu. Batu-batuan tersebut diolah menjadi berbagai bentuk alat seperti kapak persegi, kapak lonjong, dan pahat. Selain itu, terdapat juga alat-alat dari tandok rusa yang digunakan untuk membuat peralatan seperti pahat dan penyadap. Peralatan tersebut digunakan dalam berbagai aktivitas sehari-hari seperti berburu, mengumpulkan makanan, dan membuat perapian.

Selain peralatan batu dan tanduk rusa, kebudayaan Ngandong juga dikenal dengan adanya temuan fosil-fosil manusia purba. Salah satu fosil manusia purba yang terkenal dari Situs Ngandong adalah Homo erectus ngandongensis. Fosil-fosil manusia purba ini memberikan bukti keberadaan manusia pada masa prasejarah di Indonesia.

Peralatan batu yang digunakan dalam kebudayaan Ngandong memiliki bentuk dan fungsi yang beragam. Kapak persegi, misalnya, digunakan untuk memotong benda-benda dalam kehidupan sehari-hari seperti kayu atau daging. Kapak lonjong, di sisi lain, lebih cocok digunakan untuk membongkar atau menggali tanah.

Peralatan dari batu tersebut juga mencerminkan perkembangan teknologi pada masa tersebut. Alat-alat tersebut dibuat dengan menggunakan teknik pemahatan yang canggih, seperti pemahatan termasuk melibatkan pemahat yang rapi dan halus. Hal ini menunjukkan bahwa manusia purba pada kebudayaan Ngandong sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan yang tinggi dalam mengolah batu.

Pada kebudayaan Ngandong, peralatan menjadi salah satu unsur penting yang menggambarkan kehidupan manusia pada masa itu. Peralatan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu dalam kegiatan sehari-hari, tetapi juga sebagai penanda perkembangan intelektual dan kebudayaan manusia purba. Peralatan batu yang ditemukan di Situs Ngandong memberikan bukti tentang keahlian manusia purba dalam membuat dan menggunakan peralatan.

BACA JUGA:   Budaya Non Benda dari Kalimantan Timur

Dalam kesimpulannya, kebudayaan Ngandong dikenal dengan peralatannya yang terbuat dari batu. Peralatan batu tersebut mencerminkan tingkat pengetahuan dan keterampilan manusia purba pada masa kehidupan di Situs Ngandong. Dengan adanya peralatan tersebut, kita dapat mempelajari lebih lanjut tentang kehidupan manusia purba dan perkembangan kebudayaan mereka.

Also Read

Bagikan: