Kebudayaan Menurut Ki Hajar Dewantara

Clara Hassanah

Kebudayaan adalah suatu hal yang menjadi bagian penting dalam kehidupan manusia. Menurut Ki Hajar Dewantara, pendiri perguruan tinggi Taman Siswa dan tokoh pendidikan Indonesia, kebudayaan merupakan warisan budaya yang dimiliki dan dihayati oleh suatu masyarakat.

Ki Hajar Dewantara memandang kebudayaan sebagai kumpulan nilai, norma, ajaran, adat istiadat, bahasa, dan upacara yang menjadi cerminan dari suatu masyarakat. Menurut beliau, kebudayaan tidak hanya diperoleh secara turun temurun melalui latar belakang keluarga atau adat istiadat, tapi juga melalui pendidikan formal di sekolah.

Pandangan Ki Hajar Dewantara terhadap kebudayaan menggarisbawahi pentingnya pendidikan dalam mengembangkan dan melestarikan kebudayaan. Beliau percaya bahwa pendidikan harus mampu membentuk generasi muda yang memiliki pemahaman yang mendalam tentang kebudayaan mereka sendiri serta menghormati dan menghargai kebudayaan orang lain.

Untuk Ki Hajar Dewantara, kebudayaan bukanlah sesuatu yang statis atau tidak berubah. Ia menyadari bahwa kebudayaan senantiasa berubah seiring dengan perkembangan zaman. Namun, Ki Hajar Dewantara mengingatkan bahwa keberlanjutan kebudayaan harus tetap dijaga dengan tidak melupakan akar budaya yang menjadi dasar dan identitas suatu masyarakat.

Dalam pandangan Ki Hajar Dewantara, kebudayaan bukan hanya menjadi tolak ukur kemajuan suatu masyarakat, tetapi juga menjadi landasan moral dan etika dalam kehidupan sehari-hari. Ia menganggap kebudayaan yang baik dan benar harus mengajarkan nilai-nilai kesopanan, kejujuran, dan keadilan kepada semua anggota masyarakat.

Pentingnya kebudayaan menurut Ki Hajar Dewantara juga tercermin dalam upaya beliau dalam menggali dan mengembangkan kebudayaan Nusantara. Beliau meyakini bahwa kekayaan budaya Indonesia harus dikenal baik oleh rakyat Indonesia sendiri maupun oleh dunia internasional. Oleh karena itu, Ki Hajar Dewantara memperjuangkan pendidikan yang mengajarkan nilai-nilai kebudayaan dan mengenalkan beragam keanekaragaman budaya Indonesia.

BACA JUGA:   Kebudayaan Abris Sous Roche di Sulawesi Selatan

Dalam rangka mengembangkan kebudayaan, Ki Hajar Dewantara juga menekankan pentingnya prinsip "humanisme" atau "manunggaling kawula gusti". Artinya, manusia sebagai makhluk sosial patut menghargai dan menghormati manusia lainnya, tanpa memandang perbedaan latar belakang budaya atau keagamaan.

Dalam sumbangan pemikirannya mengenai kebudayaan, Ki Hajar Dewantara memberikan penghargaan terhadap keberagaman dan kompleksitas kehidupan manusia. Beliau meyakini bahwa jika kita mampu memahami dan menghargai kebudayaan sebagai sumber kehidupan, maka kita akan menjadi manusia yang lebih bijak dan bertanggung jawab.

Dengan demikian, melalui pandangan Ki Hajar Dewantara, kita dapat memahami bahwa kebudayaan merupakan warisan berharga yang harus dihayati, dijaga, dan dikembangkan oleh masyarakat. Kebudayaan tidak hanya menjadi cerminan identitas suatu bangsa, tetapi juga menjadi pondasi moral dan etika dalam kehidupan sehari-hari.

Also Read

Bagikan: