Kebudayaan Filsafat Hindu Jawa pada Masa Kerajaan

Clara Hassanah

Kebudayaan filsafat Hindu Jawa mencapai puncaknya pada masa kerajaan di Jawa. Periode ini merupakan zaman keemasan bagi pengembangan pemikiran dan filsafat Hindu di pulau Jawa. Pada masa ini, kerajaan-kerajaan Hindu seperti Majapahit, Mataram Kuno, dan Singhasari menjadi pusat perkembangan kebudayaan dan filsafat Hindu.

1. Pengaruh Budaya Hindu pada Kebudayaan Jawa

Pada awalnya, kebudayaan Hindu masuk ke pulau Jawa melalui proses akulturasi dengan kebudayaan tradisional Jawa. Di bawah pengaruh Hindu, beberapa aspek kehidupan masyarakat Jawa mengalami perubahan signifikan. Agama Hindu yang dipeluk oleh para pemimpin kerajaan turut membentuk kehidupan masyarakat, sistem pemerintahan, dan tata cara berpikir dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu pengaruh paling penting dari budaya Hindu adalah ajaran filsafat dan pemikiran Hindu yang masuk ke dalam kebudayaan Jawa. Hal ini tercermin dalam beberapa naskah kuno seperti Ramayana dan Mahabharata, serta kitab-kitab suci seperti Weda, Upanishad, dan Purana. Filsafat Hindu yang berkembang pada masa kerajaan Jawa disebut juga dengan istilah "Kebudayaan Filsafat Hindu Jawa."

2. Unsur-unsur Filsafat Hindu Jawa

Kebudayaan filsafat Hindu Jawa mencapai puncaknya pada masa kerajaan, dan terdapat beberapa unsur yang menjadi ciri khas dalam pembentukan pemikiran ini:

  • Konsep Tri Hita Karana: Konsep Tri Hita Karana adalah konsep yang menggambarkan harmoni antara tiga aspek kehidupan, yaitu hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan sesama manusia, dan hubungan manusia dengan alam semesta. Konsep ini sangat penting dalam kehidupan masyarakat Jawa pada masa kerajaan, dan menjadi dasar bagi tata nilai dan etika dalam kehidupan sehari-hari.

  • Nilai-nilai Kekeluargaan: Nilai-nilai kekeluargaan menjadi salah satu unsur penting dalam kebudayaan filsafat Hindu Jawa. Keluarga dianggap sebagai unit terkecil dalam masyarakat, dan hubungan antara anggota keluarga dijunjung tinggi. Konsep kekeluargaan juga tercermin dalam sistem pemerintahan, di mana raja dianggap sebagai "Bapak" bagi rakyatnya.

  • Karma: Konsep karma, atau hukum sebab-akibat, juga diterapkan dalam kebudayaan filsafat Hindu Jawa. Konsep ini menjelaskan bahwa setiap tindakan yang dilakukan manusia akan berpengaruh pada kehidupannya di masa depan. Oleh karena itu, umat Hindu Jawa di masa kerajaan meyakini pentingnya melakukan tindakan yang baik demi kehidupan yang lebih baik di masa mendatang.

BACA JUGA:   Perkembangan Nilai Budaya di Indonesia

3. Pengaruh Filsafat Hindu Jawa dalam Kehidupan Masyarakat

Kebudayaan filsafat Hindu Jawa, yang mencapai puncaknya pada masa kerajaan, memiliki pengaruh yang sangat besar dalam kehidupan masyarakat Jawa. Beberapa pengaruh tersebut adalah:

  • Sistem Pemerintahan: Konsep kekeluargaan yang menjadi ciri khas dalam kebudayaan filsafat Hindu Jawa sangat mempengaruhi sistem pemerintahan pada masa kerajaan. Raja dianggap sebagai figur ayah yang bijaksana dan bertanggung jawab terhadap rakyatnya, sehingga dalam pengambilan keputusan dan tata cara berpemerintahan turut dipengaruhi oleh nilai-nilai kekeluargaan.

  • Tata Cara Beribadah: Agama Hindu yang menjadi landasan dari kebudayaan filsafat Hindu Jawa turut mempengaruhi tata cara beribadah dalam masyarakat Jawa pada masa kerajaan. Upacara keagamaan, seperti persembahan kepada dewa-dewa, puja bakti, dan melaksanakan ritual-ritual tertentu, menjadi bagian integral dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Hindu Jawa.

  • Etika dan Moral: Konsep Tri Hita Karana dan nilai-nilai kekeluargaan turut membentuk etika dan moral dalam masyarakat Hindu Jawa. Penghormatan terhadap sesama manusia, alam semesta, dan hubungan dengan Tuhan menjadi bagian penting dalam tata nilai kehidupan sehari-hari. Masyarakat Jawa pada masa kerajaan sangat menghargai kejujuran, kesopanan, dan sikap saling tolong-menolong.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kebudayaan filsafat Hindu Jawa mencapai puncaknya pada masa kerajaan di Jawa. Periode ini merupakan zaman keemasan bagi pengembangan pemikiran dan filsafat Hindu di pulau Jawa, yang tercermin dalam konsep Tri Hita Karana, nilai-nilai kekeluargaan, serta pengaruh dalam sistem pemerintahan, tata cara beribadah, serta etika dan moral dalam kehidupan masyarakat Jawa.

Also Read

Bagikan: