Budaya Non Benda Sumatera Utara

Clara Hassanah

Sumatera Utara merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang kaya akan budaya. Selain memiliki kekayaan budaya material seperti bangunan bersejarah dan senjata tradisional, Sumatera Utara juga memiliki budaya non benda yang unik dan bernilai tinggi. Budaya non benda merupakan aspek budaya yang tidak berwujud dan sulit untuk dipegang atau dilihat secara fisik, namun memiliki nilai yang signifikan dalam kehidupan masyarakat.

1. Tarian Tradisional

Salah satu bentuk budaya non benda yang penting di Sumatera Utara adalah tarian tradisional. Tarian tradisional di Sumatera Utara sangat beragam, dengan ciri khas yang unik pada setiap daerahnya. Beberapa tarian tradisional yang terkenal di Sumatera Utara antara lain:

  • Tari Tortor adalah tarian yang berasal dari suku Batak Toba. Tarian ini dilakukan dalam acara-acara adat dan memiliki peranan penting dalam mempertahankan kebudayaan dan warisan leluhur.
  • Tari Sigale-gale adalah tarian boneka kayu yang diperankan oleh seorang penari. Tarian ini berasal dari suku Batak Toba dan digunakan dalam upacara pemakaman tradisional. Sigale-gale menjadi simbol penghiburan dan kehadiran roh leluhur yang dianggap penting dalam budaya Batak.
  • Tari Serampang Dua Belas adalah tarian yang berasal dari suku Karo. Tarian ini dipentaskan oleh pasangan penari yang melambangkan keharmonisan dalam kehidupan berkeluarga.

2. Musik Tradisional

Selain tarian, musik tradisional juga merupakan bagian penting dari budaya non benda di Sumatera Utara. Musik dan alat musik tradisional menjadi identitas khas setiap suku di Sumatera Utara. Beberapa alat musik tradisional yang sering digunakan antara lain:

  • Gondang Sabangunan adalah alat musik tradisional suku Batak Toba. Alat musik ini terdiri dari beberapa tabuh yang dipukul secara serentak dan menghasilkan suara yang ritmis.
  • Serunai adalah alat musik tiup yang berasal dari suku Mandailing. Serunai sering digunakan dalam upacara adat dan pernikahan sebagai pengiring musik.
BACA JUGA:   Kebudayaan pada Zaman Batu Tua

3. Bahasa dan Sastra Lisan

Budaya non benda Sumatera Utara juga tercermin dalam bahasa dan sastra lisan. Setiap suku di Sumatera Utara memiliki bahasa dan sastra lisan yang khas. Beberapa contoh bahasa dan sastra lisan yang dapat ditemui di Sumatera Utara adalah:

  • Bahasa Batak adalah bahasa yang digunakan oleh suku Batak. Bahasa ini memiliki beragam dialek, seperti Batak Toba, Batak Karo, Batak Simalungun, dan lain-lain. Bahasa Batak juga memiliki aksara khusus yang unik.
  • Ummat Rakyat adalah bentuk sastra lisan yang berasal dari suku Nias. Ummat Rakyat merupakan jenis cerita rakyat yang disampaikan secara lisan dan diwariskan secara turun-temurun.

4. Adat Istiadat dan Ritual Keagamaan

Adat istiadat dan ritual keagamaan menjadi bagian penting dari budaya non benda Sumatera Utara. Setiap suku di Sumatera Utara memiliki adat istiadat dan ritual keagamaan yang berbeda-beda, tetapi memiliki nilai-nilai yang sama dalam menjaga harmoni masyarakat dan hubungan dengan alam serta leluhur. Beberapa contoh adat istiadat dan ritual keagamaan di Sumatera Utara adalah:

  • Martandang adalah upacara adat yang dilakukan oleh suku Batak Toba dalam rangka pernikahan. Upacara martandang memiliki aturan dan prosesi yang khas, mulai dari memberikan seserahan hingga menentukan tanggal pernikahan.
  • Upacara Sirara adalah ritual keagamaan suku Nias yang dilakukan untuk memohon keselamatan dan melindungi desa dari bencana. Upacara sirara melibatkan seluruh masyarakat desa dan diiringi dengan nyanyian dan tarian khas.

Budaya non benda Sumatera Utara merupakan warisan tak ternilai yang perlu dilestarikan dan dijaga keberlanjutannya. Melalui budaya ini, masyarakat Sumatera Utara dapat terus mengamalkan nilai-nilai leluhur dan menjaga identitas budaya yang membanggakan.

Also Read

Bagikan: